Daftar 10 Game Horor Mobile Paling Menakutkan: Siapkan Mental Sebelum Download

Pernah nggak sih kamu lagi santai main game di kamar sendirian, tiba-tiba ada jumpscare yang bikin HP hampir kelempar? Atau mungkin kamu tipe yang suka tantangan adrenalin tapi bingung cari game horror mobile yang beneran bikin merinding?

Game horror mobile sekarang nggak main-main—grafis makin realistis, sound design makin mencekam, dan mekanik gameplay makin bikin deg-degan. Tapi masalahnya, banyak game yang ngaku horor tapi ternyata cuma mengandalkan jumpscare murahan tanpa cerita atau atmosfer yang beneran menegangkan. Di artikel ini, kamu bakal dapat 10 rekomendasi game horror mobile yang beneran seram, punya cerita yang engaging, dan dijamin bikin kamu mikir dua kali sebelum main sendirian tengah malam. Siapkan mental dan headphone kamu!


1. Dead by Daylight Mobile

Dead by Daylight Mobile adalah adaptasi dari game PC/console legendaris yang menghadirkan pengalaman asymmetrical horror multiplayer di genggaman kamu. Dalam game ini, kamu bisa berperan sebagai survivor yang harus kabur dari killer, atau jadi killer yang berburu para survivor.

Yang bikin game ini seram bukan cuma visual atau jumpscare, tapi tension yang dibangun secara psikologis. Sebagai survivor, kamu nggak tahu kapan killer bakal muncul—setiap detik adalah ketegangan. Sound design-nya luar biasa: detak jantung yang makin cepat saat killer mendekat, suara langkah kaki di kejauhan, dan ambiente yang gelap bikin kamu selalu was-was.

Dead by Daylight Mobile juga punya koleksi killer ikonik dari franchise horror terkenal seperti Michael Myers (Halloween), Ghostface (Scream), Pyramid Head (Silent Hill), dan masih banyak lagi. Setiap killer punya kemampuan unik yang bikin gameplay nggak monoton. Game ini cocok banget buat kamu yang suka kompetisi dan tantangan psikologis—tapi seriously, jangan main sendirian kalau mental kamu belum siap.


2. Eyes: The Horror Game

Eyes adalah game horror klasik mobile yang udah ada sejak lama tapi tetap jadi salah satu yang terseram. Konsepnya simpel: kamu masuk ke gedung tua yang ditinggalkan untuk mencari uang tunai yang tersebar, tapi ada hantu yang mengintai dan siap menyerang kapan saja.

Yang bikin game ini mencekam adalah atmosfer sunyi yang mencekik. Nggak ada musik latar—cuma suara langkah kaki kamu, derit pintu, dan sesekali bisikan misterius. Kamu punya item mata mistis yang bisa kamu pakai untuk melihat posisi hantu, tapi setiap kali kamu pakai, hantu juga bisa merasakan kehadiran kamu. Ini dilema psikologis yang bikin game ini adiktif sekaligus menegangkan.

Eyes punya beberapa map dan jenis hantu yang berbeda, masing-masing dengan pattern dan tingkat kesulitan yang unik. Ada mode kesulitan dari Easy sampai Extreme—dan percaya deh, mode Extreme beneran bikin kamu nggak berani berkedip. Game ini proof bahwa horror nggak butuh grafis super canggih, tapi butuh atmosfer yang tepat.


3. Granny

Granny adalah game horror survival yang sempat viral dan jadi fenomena di kalangan mobile gamers. Kamu terbangun di sebuah rumah tua yang dikunci dari luar, dan kamu punya 5 hari untuk kabur sebelum Granny (nenek seram yang jadi antagonis) membunuh kamu.

Mekanik gameplay-nya unik dan penuh strategi: setiap suara yang kamu buat—jatuhkan barang, buka pintu, injak lantai yang berderit—akan menarik perhatian Granny. Dia punya pendengaran super tajam dan akan langsung datang ke sumber suara. Kamu harus bergerak pelan-pelan, sembunyi di lemari atau di bawah tempat tidur, dan pecahkan teka-teki untuk menemukan kunci dan item yang diperlukan untuk kabur.

Yang bikin Granny seram adalah unpredictability-nya. Kadang dia patroli random, kadang dia bersembunyi di tempat yang nggak kamu duga. Jumpscare-nya nggak terlalu banyak, tapi tension sepanjang permainan tinggi banget karena kamu nggak pernah tahu kapan dia bakal muncul. Ada juga mode multiplayer dan sequel (Granny Chapter Two) yang menambah karakter Grandpa—dijamin double seram.


4. Identity V

Identity V adalah game asymmetrical horror multiplayer dengan grafis gothic yang memukau. Mirip dengan Dead by Daylight, tapi punya art style unik ala Tim Burton dan gameplay yang lebih strategis dengan elemen stealth dan teamwork.

Dalam Identity V, 4 survivors harus decode cipher machines untuk membuka gerbang keluar sambil menghindari 1 hunter yang berburu mereka. Setiap karakter—baik survivor maupun hunter—punya kemampuan dan backstory unik yang bikin kamu penasaran dengan lore-nya. Grafisnya dark dan gothic dengan tone warna yang suram, menciptakan atmosfer yang creepy sepanjang permainan.

Yang membedakan Identity V dari game sejenis adalah elemen narasi yang kuat. Ada storyline yang kompleks tentang misteri pembunuhan dan konspirasi yang terungkap lewat character stories dan event. Kombinasi antara horror, misteri, dan kompetisi multiplayer bikin game ini punya replayability tinggi. Cocok buat kamu yang suka game horror tapi juga pengen ada unsur kompetitif dan strategis.


5. The Baby in Yellow

The Baby in Yellow adalah game horror indie yang viral karena konsepnya yang unik dan creepy: kamu jadi babysitter yang harus mengurus bayi… tapi bayi ini nggak biasa. Dia punya kekuatan supernatural dan perilaku yang makin lama makin aneh.

Game ini menggunakan mekanik tugas sehari-hari babysitting seperti ganti popok, kasih makan, dan tidurkan bayi—tapi semuanya jadi horror experience karena bayi ini bisa teleportasi, levitasi, dan melakukan hal-hal yang melanggar hukum fisika. Atmosfer rumah yang sepi dan perilaku bayi yang unpredictable bikin kamu selalu tegang meskipun cuma ngerjain tugas sederhana.

Yang bikin The Baby in Yellow efektif sebagai game horror adalah pacing-nya yang slow-burn. Awalnya terlihat innocent dan lucu, tapi lama-lama kamu sadar ada yang nggak beres. Ending-nya juga dark dan bikin kamu mikir ulang tentang innocent baby games. Game ini proof bahwa konsep sederhana bisa jadi sangat menakutkan kalau dieksekusi dengan baik.


6. Specimen Zero

Specimen Zero adalah game horror survival dengan grafis 3D yang realistis dan gameplay yang mengedepankan stealth dan strategy. Kamu berperan sebagai karakter yang terjebak di sebuah fasilitas penelitian yang ditinggalkan, dikejar oleh monster mutan hasil eksperimen yang gagal.

Mekanik gameplay-nya mirip Outlast atau Alien: Isolation—kamu nggak punya senjata, cuma bisa lari dan sembunyi. Monster di game ini punya AI yang smart: dia bisa dengar suara langkah kaki kamu, membuka pintu, dan bahkan mengingat pattern pergerakan kamu. Kamu harus strategis kapan harus lari, kapan harus jalan pelan, dan kapan harus sembunyi.

Sound design Specimen Zero adalah salah satu yang terbaik di game horror mobile. Dengan headphone, kamu bisa dengar nafas monster, suara cakar yang menyeret di lantai, dan ambiente fasilitas yang mengerikan. Ada beberapa monster berbeda dengan behavior unik, dan setiap encounter terasa fresh dan menakutkan. Game ini cocok banget buat kamu yang suka tactical horror dan nggak cuma mengandalkan jumpscare.


7. Five Nights at Freddy’s (FNAF) Series

Five Nights at Freddy’s adalah franchise horror yang legendaris dan punya banyak seri di mobile. Konsepnya iconic: kamu jadi security guard malam di pizzeria dengan animatronic robots yang jadi hidup dan berburu kamu dari midnight sampai 6 AM.

Yang bikin FNAF franchise tetap seram meskipun formula-nya udah diketahui adalah psychological horror dan resource management. Kamu cuma punya power terbatas untuk monitoring kamera, tutup pintu, dan nyalain lampu. Setiap keputusan adalah gamble: cek kamera terlalu lama = power habis = mati. Nggak cek kamera = animatronic masuk tanpa kamu tahu.

FNAF juga punya lore yang super kompleks dan dark yang diungkap lewat minigames, easter eggs, dan detail kecil di setiap seri. Ada teori konspirasi tentang pembunuhan anak, jiwa yang terkurung di animatronic, dan misteri yang bikin komunitas fans terus berdebat sampai sekarang. Jumpscare-nya iconic, tapi yang bikin kamu balik lagi adalah tension dan story-nya. Kalau kamu belum pernah main FNAF, mulai dari yang pertama dan rasain evolusi horror yang brilliant.


8. Slendrina: The Cellar

Slendrina adalah karakter horror original dari developer DVloper yang udah punya banyak game series—dan The Cellar adalah salah satu yang terseram. Kamu terjebak di basement tua dan harus mencari 8 pieces of a key untuk kabur, sambil menghindari Slendrina dan keluarganya yang terus menguntit.

Yang bikin game ini nightmare fuel adalah desain karakter Slendrina yang super creepy: wajah pucat tanpa mata, rambut hitam panjang, dan cara dia muncul tiba-tiba di hadapan kamu. Sound cue-nya minimal, jadi kamu nggak pernah tahu kapan dia bakal muncul. Kadang dia cuma lewat di kejauhan, kadang langsung jumpscare di muka—unpredictability ini yang bikin jantung kamu terus dag dig dug.

Game ini juga punya easter eggs dan secret rooms yang unlock backstory tentang Slendrina dan keluarganya. Ada beberapa seri lain seperti Slendrina Must Die, Granny (dari developer yang sama), dan The Child of Slendrina. Kalau kamu suka classic creepypasta horror dengan atmosfer yang oppressive, ini game yang wajib dicoba.


9. Horror Tale: Kidnapper

Horror Tale adalah game horror adventure dengan elemen puzzle dan survival yang berlatar di kota kecil tahun 1990-an. Ceritanya tentang anak-anak yang diculik oleh seorang psikopat misterius, dan kamu harus menyelamatkan mereka sambil mengungkap misteri kelam di balik penculikan ini.

Yang bikin game ini stand out adalah narrative-nya yang strong dan character development yang bagus. Ini bukan cuma game horror biasa—ada cerita yang emosional, karakter yang kamu care about, dan plot twist yang nggak kamu duga. Atmosfer small town horror-nya kena banget, mengingatkan pada film-film seperti Stranger Things atau Stephen King’s IT.

Gameplay-nya kombinasi antara stealth, puzzle-solving, dan exploration. Kamu harus hindari kidnapper sambil cari clue, pecahkan teka-teki untuk unlock area baru, dan collect items untuk survival. Ada multiple endings tergantung keputusan kamu, yang bikin replayability-nya tinggi. Game ini cocok buat kamu yang suka horror dengan story yang matang, bukan cuma scare tactics doang.


10. Mental Hospital Series (Mental Hospital III, IV, V)

Mental Hospital adalah franchise horror FPS (first-person shooter) yang berlatar di rumah sakit jiwa yang ditinggalkan. Kamu berperan sebagai jurnalis yang menyelidiki rumor tentang eksperimen ilegal, tapi malah terjebak di dalam dengan pasien-pasien gila dan entitas supernatural.

Grafis game ini realistis untuk ukuran mobile game, dengan lighting yang dark dan ambiente yang mencekam. Kamu explore koridor-koridor gelap, ruang operasi yang penuh darah, dan basement yang penuh misteri. Sound design-nya bikin kamu paranoid: suara teriakan dari kejauhan, bisikan, dan musik ambient yang creepy.

Yang bikin Mental Hospital series seram adalah kombinasi antara human horror dan supernatural horror. Kamu nggak cuma ketemu hantu—tapi juga pasien gila yang berbahaya dan hasil eksperimen yang gagal. Ada jumpscare, tapi juga ada build-up tension yang proper. Setiap seri punya storyline yang connected, jadi kalau kamu main semua, kamu bakal dapet full picture tentang konspirasi di balik rumah sakit ini. Definitely not for the faint-hearted.


Kesimpulan

10 game horror mobile di atas bukan sekadar daftar random—ini adalah game-game yang punya kombinasi sempurna antara atmosfer, gameplay, dan story yang bikin pengalaman horror-nya terasa genuine. Ada yang fokus ke multiplayer competitive (Dead by Daylight, Identity V), ada yang pure single-player survival (Granny, Specimen Zero), dan ada yang story-driven (Horror Tale).

Yang penting diingat: game horror paling efektif dimainkan dengan headphone, lampu mati, dan sendirian—tapi kalau kamu nggak kuat, nggak ada yang salah main bareng teman atau sambil nyalain lampu. Tujuannya kan have fun, bukan trauma seumur hidup.

Sekarang giliran kamu: dari 10 game di atas, mana yang udah pernah kamu coba? Atau kamu punya rekomendasi game horror mobile lain yang lebih seram? Share pengalaman kamu di kolom komentar! Dan kalau kamu merasa artikel ini helpful, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang suka tantangan horror—ajak mereka main bareng biar nggak sendirian!

Leave a Comment